Halo…
Blog ini baru dibikin, jadi penulisnya masih agak bingung dengan tombol-tombol yang ada. Jadi, mohon pengertiannya. Hehe.
Halo…
Blog ini baru dibikin, jadi penulisnya masih agak bingung dengan tombol-tombol yang ada. Jadi, mohon pengertiannya. Hehe.
Bandung, 15 Juli 2007
Selama seminggu ini saya memiliki cukup banyak waktu untuk merenung. Hal ini mungkin dikarenakan sedikitnya orang-orang yang saya temui untuk diajak berinteraksi. Begitu banyak kesempatan-kesempatan dimana saya hanya seorang diri. Mulai dari ketika duduk ditrotoar pukul 5 pagi sambil menikmati udara pagi kota Bandung, kemudian ketika duduk diatas bus Bandung-Jatinangor atau ketika dalam perjalanan pulang dari dipati ukur menuju rumah kost, bahkan ketika apa yang diebut insomnia semakin merajalela. Sembari menggeliat-geliat diatas kasur yang lumayan empuk, pikiran mengembara entah kemana. Merenung, berpikir akan apa yang telah terjadi dalam kehidupanku. Aku menyadari kalau selama ini banyak mengeluh akan hal-hal yang tidak layak dikeluhkan. Manusia seringkali merasa kalau apa yang diperolehnya bukan hal yang luar biasa, bukan hal yang patut disyukuri. Manusia seringkali mengharapkan banyak hal, tetapi tidak mau berusaha untuk mencapai apa yang diharapkan. Hanya berharap tanpa berbuat apakah itu layak dilakukan? Tentu saja tidak. Ibarat para pelaut yang hanya mengharapkan angin bertiup sehingga kapal dapat melaju dengan kencang, tetapi mereka tidak mengembangkan layar kapal demikian seorang manusia yang hanya mengharapkan sesuatu yang besar, indah, tanpa melakukan hal yang bisa ia lakukan. Demikian juga dengan doa yang dilakukan tanpa berusaha. Bukan berarti saya adalah orang yang anti dengan doa-doa. Tetapi bagi saya rasanya tidak adik jika kita hanya berdoa tanpa berusaha.Demikian sebaliknya.
Saya teringat akan kehidupan saya beberapa bulan yang lalu, ketika apa yang saya peroleh sangat jauh dari apa yang saya harapkan. Tentu saja ini mengakibatkan satu kekecewaan yang sangat mendalam bagi diri saya. Namun setelah mengoreksi diri, saya menyadari kalau ternyata apa yang telah saya lakukan belum apa-apa dibandingkan apa yang saya harapkan. Saya menyadari kalau saya sering kecewa akan sesuatu, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk sesuatu tersebut.
Seorang teman pernah berkata begini pada saya, Mungkin kita sudah berusaha sebaik mungkin, bahkan sampai berairmata darah, garuk-garuk aspal namun ternyata kita tidak memperoleh apa yang kita harapkan. Tidak apa-apa. Bagi saya (teman saya-red) tidak apa-apa mengalami kekalahan, yang terpenting adalah kekalahan tersebut diperoleh dengan cara terhormat. yang penting adalah kita telah melakukan apa yang menjadi bagian kita. Kemudian tinggal menyerahkan nya pada Tuhan.
Akhirnya melalui perenungan-perenungan saya selama ini, saya menyimpulkan bahwa manusia tidak layak mengeluh jika dia belum berusaha semaksimal mungkin. Walaupun mungkin manusia telah melakukan yang terbaik, namun hasilnya tetap bukan apa yang diharapkan, percayalah kalah secara terhormat lebih indah ketimbang menuntut sesuatu yang tidak layak kita peroleh karena kita tidak berusaha. Selain itu, saya meyakini kalau ada sesuatu yang indah dibalik semua itu. Saya mau belajar untuk mengimani dan mangamini kalau segala sesuatu indah pada waktunya. So, let’s keep on moving and keep on going.
Bandung, 27 Maret 2007
Jika aku memandang ke belakang, yaitu keseluruh bagian dari kehidupan yang telah aku lalui baik suka maupun duka, aku merasa kalau saat sekarang ini adalah saat dimana aku sulit untuk membuat suatu keputusan. Ketika aku dihadapkan pada dua pilihan yang hampir mirip, dalam hal efek yang mungkin akan terjadi dalam kehidupanku. Yah, antara ”monte carlo” atau ”destilator”, begitulah aku menyebutnya. Ketika pertama kali aku memberanikan diri memilih ”monte carlo”, hari-hari kulalui dengan ceria. Seolah-olah hidup ini tanpa beban. Setiap hari berusaha untuk mengenalnya dan memahaminya. Sampai-sampai aku merasa berada pada satu titik dimana aku memiliki keyakinan kalau aku tidak salah jalan. Tetapi ketika hal itu terjadi, semuanya berubah, mimpi-mimpi yang selama ini kubangun hancur sudah. Yup, ternyata semua tidak sesuai dengan perkiraan. Asumsi-asumsi yang selama ini digunakan ternyata salah total. Semuanya hancur. Tidak seindah yang dibayangkan.
Mencoba ”lari” dari masalah, aku mengalihkan perhatian ke ”destilator”, dengan harapan bisa segera melupakan ”monte carlo”. Kembali, dengan menggebu-gebu mencoba memahami ”destilator’, mencoba berusaha mengenalnya lebih jauh, berusaha memahaminya. Tetapi apa yang kudapat lagi-lagi tidak sesuai dengan harapan. Tidak semudah yang diperkirakan. Semakin aku mengenalnya, semakin aku tak kuasa melupakan ”monte carlo”. Usaha-usaha yang kulakukan untuk menghapusnya dari ingatan seolah-olah malah semakin membuatku mengingatnya. Berusaha menghindar, tidak bisa. Seolah-olah dia memiliki satu jerat yang tak akan pernah mampu aku lepaskan. Malah semua memori tentang sang ”monte carlo’ terulang kembali layaknya video clip yang diputar dikepalaku. Senyum ramah sang ”destilator” hanya semakin membuat hatiku semakin hancur. Merasa kalau sulit sekali membuat satu pilihan. Ingin aku berkata pada destilator, aku tidak mampu melepaskan diri darinya.
Akhirnya beginilah adanya. Berada diantara ”monte carlo” dan ”destilator”. Dimana keduanya seolah-olah sayup-sayup memanggil namaku. Tanpa tau harus kemana melangkah. Mungkin hanya masalah waktu. Yang dibutuhkan hanya kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk menerima semua konsekuensi dari pilihan yang akan aku tetapkan.
Wahai Engkau yang ada disana
Senyummu kekuatan bagi jiwa
Tawamu hiburan dikala gundah hati ini
Kicauan suaramu sumber kehangatan bagiku
Kau pemberi sinar bagi sumber cahaya
Ooo
Aku kehilangan kata-kata,
Ketika namamu disebut
Beritahu aku,
cara untuk merebut hatimu
karena aku belum menemukan petunjuk
Izinkan aku
tuk menyebut namamu dalam doaku
Apakah Engkau tercipta untukku?
Ragu hati ini bagaikan berjalan dikegelapan malam
Cinta..
Jika seluruh hal dalam kehidupan ini adalah ideal, maka seharusnya semua berjalan sesuai dengan rencana. Semuanya berjalan dengan sempurna. Tetapi sayangnya tidak. Banyak hal-hal dalam kehidupan ini yang tidak sesuai dengan rencana, bahkan bertolak belakang.
Sebenarnya yang ingin saya soroti adalah mengenai kehidupan pribadi ku sebagai seorang mahasiswa. Ya, seorang mahasiswa. Mahasiswa tingkat akhir yang seharusnya telah menyelesaikan masa studi nya di kampus. Namun begitulah hidup, tidak ada yang ideal. Aku masih menyandang status sebagai seorang mahasiswa. Berusaha mengalahkan perasaan menjadi seorang pecundang, melihat teman-teman telah lulus bahkan bekerja.
Tetapi dibalik semua hal-hal yang keliahatannya tidak mengenakkan, ternyata ada beberapa hal yang layak untuk disyukuri atas status masih menjadi mahasiswa.
Setelah beberapa bulan akhirnya menyadari kalau tidak sia-sia aku belum menyelesaikan studi di kampus (mungkin terdengar seperti pembbelaan diri). Apapun itu, tetapi di masa-masa ini justru aku memahami kalau selama ini aku masih menjadi seorang manusia yang mengandalkan kekuatan sendiri. Tanpa pernah melibatkan Oknum lain di luar sana yang berkuasa untuk mengatur kehidupanku. Hikmah lain yang bisa diambil dari ke “belum” lulusan ini, aku masih memilki waktu untuk menambah skill, ilmu, bahkan untuk menulis blog. Selain itu, aku masih memiliki waktu untuk berpikir kemanakah aku kelak setelah menyelesaikan studi di kampus ini. Aku masih memiliki waktu untuk berbagi bersama teman-temanku.Meskipun beberapa orang teman dekat telah lulus dan tidak bersama denganku lagi. Setidaknya aku masih memiliki waktu untuk lebih mengenal teman-teman yang tersisa. Aku tidak mengetahui entah hal apa lagi yang mungkin bisa kuperoleh di masa-masa sekarang ini. Tapi aku yakin, pasti ada hal baru yang bisa diperoleh. Meskipun sulit dipungkiri, merupakan hal yang meyakitkan melihat teman-teman senagkatan memakai toga dengan senyum yang tersungging di wajah mereka. Yah, semuanya udah memiliki bagiannya. Semangat diriku.
PS : *Blog ini ditulis untuk mengusir kebosanan ketika menunggu teman yang harus menyelesaikan sesuatu.
*Blog ini juga ditulis sebagai dorongan untuk teman-temanku yang masih harus berjuang dengan tugas akhir. Mari semangat teman-teman.
PPS : Blog ini pindahan dari FS. Jadi udah lama ditulis, sekitar tanggal 22 Oktober 2007.